Minggu, 12 Mei 2013

LAPORAN PKL IAIN MATARAM 2012 DESA PAKUAN



BAB I
PENDAHULUAN
Gambaran Umum Desa Pakuan
1.    Sejarah Desa Pakuan
Desa Pakuan adalah salah satu dari 21 Desa Pemekaran yang ada di kecamatan Narmada. Desa Pakuan termasuk desa baru yang terbentuk pada tahun 2011, hal itu di mulai dari pembentukan Desa Persiapan terdahulu sebelum Desa Pakuan terbentuk secara resmi dengan adanya Kepala Desa yang terpilih secara demokratis yang dilakukan oleh masyarakat desa pakuan.
Desa pakuan sebelumnya termasuk dalam wilayah Desa Lebah Sempage yang terletak + 2 Km kearah utara Kantor Pemerintahan Desa Lebah Sempage. Dengan melihat penduduk dan luas wilayah yang memungkinkan serta adanya lampu hijau atau ijin dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk melakukan atau melaksanakan Pemekaran Desa, maka masyarakat pada saat itu sepakat untuk mengajukan Proposal Pemekaran Desa. Setelah diajukannya Proposal Pemekaran Desa, kemudian masyarakat mengadakan musyawarah dengan semua elemen masyarakat yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Pemuda yang keseluruhannya terdiri dari empat Dusun diantaranya : Dusun Pesantek, Dusun Tatar Daye, Dusun Jurang Malang dan Dusun Kumbi untuk memilih Pejabat sementara menjadi Kepala Desa Persiapan. Dari hasil musyawarah tersebut, maka masyarakat dari empat Dusun tersebut sepakat memilih Bapak Mardan Haris sebagai Kepala Desa Persiapan terhitung dari bulan Februari hingga sekarang.
Setelah adanya Kepala Desa Persiapan, maka pada tahun 2012 tepatnya pada tanggal 14 Juli 2012 masyarakat Desa Pakuan melalui Pemerintah Desa Pakuan melakukan pemilihan Kepala Desa secara demokratis. Maka secara resmi sesuai dengan hasil penghitungan suara pemilihan Kepala Desa pada waktu itu, maka terpilih Kepala Desa Pakuan yang baru yaitu Bapak Mardan Haris yang sebelumnya sudah menjadi pejabat sementara Kepala Desa Pakuan.
Adapun sekilas pengetahuan kami dari beberapa informan di Desa Pakuan bahwa sejarah nama Desa Pakuan sendiri terinspirasi dari nama salah seorang mbah yang mempunyai makam di tengah hutan yang bernama mbah ”Pakuan”, konon cerita yang beredar di masyarakat bahwa mbah pakuan sendiri adalah seorang pejuang islam yang memiliki peran yang sangat penting dalam membendung penyebaran ajaran Agama Hindu di daerah pakuan supaya tidak masuk ke daerah desa pakuan, mbah pakuan mempunyai peran membentengi Desa Pakuan dari penyebaran Agama Hindu dari Desa tetangga yaitu Desa Selat sebelah baratnya Desa Sesaot, sehingga sampai sekarang terbukti bahwa Agama Hindu tidak tersebar secara meluas di daerah Desa Pakuan, hal itu bisa di lihat dari jumlah Agama Hindu yang ada di Desa Pakuan yang hanya berjumlah 14 orang yang terdiri dari 4 laki-laki dan 9 perempuan.

0 komentar:

Poskan Komentar